Cerdik, Licik dan Picik! (Renungan dan Renungkan)


Cerdik, licik dan picik adalah salahtiga (bukan salahsatu) dari sekian banyak sifat manusia. Hampir tidak terlihat perbedaan dari ketiga sifat tersebut, karena ketiga sifat tersebut sama – sama menggunakan topeng untuk mengaplikasikannya (lo?).  percaya tidak percaya, sementara harus percaya dulu. Oke deh mari bahas!!

                Cerdik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : cepat mengerti dan pandai mencari pemecahan, panjang akal. Yapz,tak ada keraguan atasnya, pun tak ada keraguan bawahnya. Lalu apa hubungannya dengan topeng? Orang cerdik tentu mempunyai topeng, topengnya bisa lebih dari 2. Namun orang cerdik ini sangat pandai menggunakan topengnya, ia dapat menyesuaikan topeng yang ia pakai dengan situasi yang sedang terjadi. Ia tau kapan harus memakainya dan kapan ia harus melepasnya. Ia juga tau topeng apa yang harus ia pakai. Dengan kata lain, ia dapat memainkan banyak peran, dan ia tau peran apa yang harus ia lakoni dalam berbagai keadaan.

                Selanjutnya ada licik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia licik berarti : banyak akal yang buruk ; pandai menipu ; culas ; curang. Licik dan cerdik sama – sama banyak akal, sama – sama pandai dan sama – sama mempunyai banyak topeng. Hanya saja, orang licik menyalahgunakan topeng yang ia punya,  ia lebih cenderung memakai topeng untuk keinginannya sendiri, memakai topeng untuk memanipulasi banyak orang. Dan pada saat – saat tertentu ia akan sangat mengerikan.

                Dan yang terakhir adalah picik. Picik sendiri dalam KBBI adalah : tidak luas (pengetahuan); hemat ; tidak lebar. Tak ada keraguan atasnya, hanya saja saya ragu dengan bawahnya. Picik yang saya ketahui berdasarkan yang berkembang di masyarakat maknanya bahkan lebih jahat dari licik. Oke deh, percaya tidak percaya, untuk sementara mah percaya saja. Orang picik ini saya sebut bukan menggunakan topeng lagi, lalu apa yang ia kenakan? Ia memakai helm (tidak SNI) hitam yang bisa menutupi wajahnya sekaligus untuk MELINDUNGI DIRINYA SENDIRI. Bahkan terkadang, ia menempelkan beberapa kaligrafi di kaca helmnya sehingga semakin samarlah orang – orang melihat wajah aslinya. Ia dapat memanipulasi (menghasud) banyak orang sampe –sampe orang itu mau melakukan kejahatan, sementara si picik tak tercium kejahatannya. (waw)

                Kita masuk ke golongan yang mana? Kalo saya sih sudah mencoba semuanya,hahaha. Semuanya bentuk pembelajaran, bentuk baku dari ahlak kita akan tercipta saat kita mati, saat orang – orang mengenang kita. Dan pertanyaannya, orang – orang akan mengenang kita seperti apa saat kita meninggal?  Dan mungkin kenangan itulah yang menjadi bentuk baku atau bentuk akhir dari ahlak kita. Wallahu’alam

Sumber: http://padma07.blogspot.com/2011/09/cerdik-licik-dan-picik-serta.html

Pesan!

Orang KREATIF dan CERDAS akan selalu MENANG!
Dibandingakan dengan!
Orang yang LICIK dan PICIK yang akan selalu terus KALAH!
Bersegeralah BERTAUBAT!
Selagi NYAWA dan NAFAS dikandung badan!
Karena SAYA di DIDIK!
Menjadi Orang yang CERDAS dan KREATIF!
Bukan menjadi orang yang LICIK dan PICIK!
Karena sifat LICIK dan PICIK itu adalah sifat IBLIS dan SETAN!
Nau’dzubillahimindzalik.

Siapapun itu wallahua’lam saya hanya bisa mengingatkan, Dan ingat saya tidak akan pernah membalas perbuatan tersebut, karena saya di didik mejadi seorang yang KREATIF dan CERDAS bukan menjadi seorang yang BERTABI”AT dan BERAKHLAK LICIK dan PICIK, itu sifat IBLIS dan SETAN! Nau’dzubillahimindzalik.

Ungkapan kekecewaan dan pesan untuk siapapun itu wallahua’lam, semoga Allah memberikan hidayah kepada orang yang LICIK dan PICIK itu! Sebelum Allah memberi teguran kepada diri pribadi nya.

Orang yang LICIK dan PICIK akan terus IRI kepada orang yang merasa lebih dari nya. Dan itu akan terus menerus menggerogoti hati nya hingga gelap, nau’dzubillahimindzalik.

Semoga kita dijauhkan dengan sifat LICIK dan PICIK tersebut. Dan jangan pernah membalas orang yang berbuat itu kepada kita, biarkanlah, ALLAH akan MEMBALAS perbuatannya!

*Ahlan

About these ads

One thought on “Cerdik, Licik dan Picik! (Renungan dan Renungkan)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s